Tugas 1 Etika Profesi

Nama : Nadilla Ika Putri

NPM  : 35412210

Kelas : 4ID01

Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa).

  1. Bullying terhadap sesama teman, Membuli antar teman merupakan hal yang tidak patut untuk dilakukan. Membuli dalam artian ini seperti menghina secara fisik dan mental serta melakukan tindakan kasar terhadap teman.
  2. Berbicara kasar. Dalam kehidupan sehari-hari sudah sewajarnya saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia. Saling menjaga perasaan juga hal yang harus dilakukan, dengan berbicara kasar kepada seeorang dapat membuat perselisihan antar sesama.
  3. Merokok disembaran tempat. Merokok merupakan aktivitas yang sangat merugikan tertutama bagi perokok pasif. Merokok dimanapun akan sangat membahayakan karena asap yang dikeluarkan akan menyebar dengan cepat terbawa oleh angin dan tercampur dengan udara, hal ini yang sangat merugikan bagi para perokok pasif.
  4. Egois atau pemarah. Seseorang dengan ambisi yang besar namun jika tidak bisa menghargai pendapat orang lain sama saja tidak akan berhasil. Sifat egois dan emosi tinggi hanya akan membuat orang lain merasa acuh dan tidak ingin menjalin hubungan, karena dalam bersilaturahim sangat diperlukan saling menghargai perbedaan pendapat orang lain.
  5. Telat atau tidak tepat waktu. Datang tepat waktu merupakan kewajiban yang harus dibina sejak dini, tidak hanya bermodalkan kata maaf dan banyak alasan saja. Karena ketepatan waktu itu juga dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam bertanggung jawab terhadap apa yan dilakukannya. Belajar untuk membuat jadwal lebih awal akan memudahkan kita untuk bisa menghargai waktu.

Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri  (beri 5 contoh dan analisa).

  1. Telat atau datang terlambat. Belajar untuk membuat jadwal lebih awal akan memudahkan kita untuk bisa menghargai waktu karena ketepatan waktu itu juga dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam bertanggung jawab terhadap apa yan dilakukannya.
  2. Menghina hasil pekerjaan orang lain dan mencari kesalahan dari pekerjaan orang lain. Mencari kesalahan dalam pekerjaan orang lain masih dalam batas wajar jika hanya untuk menegur dan menasihati agar pekerjaan tersebut bisa lebih baik lagi. Tidak untuk dihina didepan umum untuk mendapatkan rasa horman dan eksistensi karena sebagai pekerja profesional menghargai pekerjaan orang lain merupakan hal penting, karena dengan menghargai, pekerjaan kitapun akan dihargai.
  3. Tidak bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Seorang pekerja dalam melaksanakan tugas harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakan, tidak bersembunyi atau menyalahkan orang lain atas kesalahan pekerjaan yang dilakukan diri sendiri.
  4. Tidak menaati peraturan Peraturan dibuat untuk para pekerja agar tidak menyimpang dari ketetapan yang dibuat atau SOP dan pekerjaan menjadi lebih terstruktur. Tidak mentaati peraturan menunjukkan sikap tidak beretika dalam bekerja profesional.Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri (beri 5 contoh dan analisa)
  5. Pemalas. Malas dalam bekerja merupakan sikap yang paling dibenci dalam dunia kerja karena dapat merugikan dan mengurangi pendapatan perusahaan

Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana Teknik Industri

Sarjana teknik industri harus mampu mengalokasikan segala sesuatu dengan optimal dan efisien. Seorang sarjana teknik industri dapat merencanakan, menjalankan, mengendalikan dan mengoptimalkan proses dalam segala sistem terutama sistem produksi. Kepakaran teknik industri adalah memecahkan masalah yang terkait dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang lapangan pekerjaan. Dengan semua bekal ilmu yang telah didapatkan, seorang sarjana teknik industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak karena seorang sarjana teknik industri selain dapat mengatur suatu sistem dengan baik, juga dapat secara langsung turun tangan dalam memperbaiki sistem tersebut secara kontinyu. Dengan memahami etika profesi, diharapkan seorang sarjana Teknik Industri mampu membagi segala kemampuan dan pengalamannya serta berupaya mencapai hasil terbaik, senantiasa saling menghormati dan menghargai keikutsertaan mereka dan selalu disiplin, bertanggung jawab atas pengembangan penerapannya dimasyarakat, dan mengusahakan kemajuan bagi dirinya, masyarakat maupun bagi pengembangan Teknik Industri di Indonesia

Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk prodi Teknik Industri selain PII 

  1. IIE (Institute of Industrial and System Engineering) merupakan lembaga professional yang berdesikasi semata-mata untuk mendukung profesi Teknik Industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan tahun 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981. Ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggotanya termasuk mahasiswa baik dan kaum professional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE berlokasi di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di Timur Laut Atlanta.
  2. ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia) merupakan organisasi profesi dan disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia yang lahir pada tanggal 22 November 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima dikalangan yang sangat luas sejak masuknya dispilin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan da keindustriaN.
  3. BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia).Didirikan pada tanggal 9 Juli 1996 di Aula Barat ITB yang dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 perguruan tinggi. Tujuan pendirian BKSTI ini (lihat Anggaran Dasar BKSTI) adalah memantapkan dan meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia, menampung dan mencari penyelesaian permasalahan dalam peyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Industri, mengakomodasikan kerjasama antar anggota BKSTI dalam kegiatan pertukaran informasi dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan stakeholder lainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri.

 

Sumber:

https://blogrendywahyu.wordpress.com/2015/03/27/tugas-etika-profesi/http://belajar-industri.blogspot.co.id/2011/08/komunitas-teknik-industri-indonesia-dan.htmlhttp://bkti-pii.or.id/home/wp-content/uploads/2014/06/Menuju-Penyusunan-Strategi-Peningkatan-Daya-Saing-Pendidikan-Tinggi-Teknik-Industri.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: