Monthly Archives: December 2013

Penyadapan Australia Terhadap Indonesia

Penyadapan bisa dilakukan sebagai usaha untuk mengumpulkan informasi strategis dan tergantung dari bagaimana suatu Negara bekerja dalam operasi tersebut, namun dalam penyadapan tetap ada etika yang harus dijalankan, hukum internasioanal dan hubungan politik antara Negara. Penyadapan juga dapat dipandang dari tiga aspek yakni hukum, psikologis dan politik. Dari aspek hukum, ada konvensi Wina yang terkait etika hubungan antarnegara dari sisi aspek politik ada etika dalam hal spionase, intelejen, mata-mata dan sebagainya.

Beberapa bulan yang lalu Indonesia dikabarkan mengalami aksi penyadapan yang dilakukan Australia yang terekan dalam dokumen yang dirilis Edward Snowden, mantan agen Amerika. Tindakan ini dinilai menciderai sebuah hubungan komunikasi antara Negara. Sementara itu dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden mengatakan bahwa intelejen militer Singapura membantu badan-badan mata-mata Amerika Serikat, Inggris, dan Australia mengumpulkan data melalui kabel bawah laut besar yang menghubungkan lebih dari 30 negara termasuk China, Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Vietnam, Inggris, dan Perancis.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan menyikapi aksi penyadapan yang dilakukan Australia hendaknya Pemerintah Indonesia melaporkannya ke PBB seperti yang dilakukan negara-negara lainnya tidak hanya dengan mengirimkan surat kepada perdana menteri Australia. Menurutnya,  negara-negara lainnya melaporkan aksi penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia terhadap 35 pemimpin dunia ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Negara-negara yang melaporkan ke PBB, kata dia, adalah Jerman, Brasil, Spanyol, dan sejumlah negara lainnya, sehingga PBB menerbitkan resolusi  anti penyadapan karena melanggar privasi pemimpin negara dan melanggar hukum internasional. Langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia yakni mengirimkan surat kepada perdana menteri Australia adalah kurang tepat.

 

Sumber:

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/27/1/197493/Penyadapan-Indonesia-Bisa-Laporkan-Australia-ke-PBB

http://www.antaranews.com/berita/406786/indonesia-minta-penjelasan-tentang-penyadapan-singapura-dan-korsel

 

Advertisements

Biografi Pahlawan Nasional

Dr.Ir. Soekarno dengan nama lahir: Koesno Sosrodihardjo lahir di Surabaya Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Sampai sekarang beliau merupakan sosok yang banyak kagumi oleh orang. Soekarno atau yang lebih akrab dikenal sebagai Bung Karno merupakan Presiden pertama Indonesia yang berasal dari Blitar, sekaligus sebagai Pahlawan Proklamasi. Bahkan banyak pemimpin dunia segan terhadap Ir. Soekarno sebagai Presiden Indonesia. Soekarno yang bernama asli Koesno Sosrodihardjo dilahirkan di Surabaya pada tangga 6 Juni tahun 1901. Beliau lahir dari orang tua yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan juga ibunya yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya presiden Indonesia ini memiliki 3 orang istri dan masing-masing istri memberikan keturunan. Dari istri yang bernama Fatmawati, beliau dikaruniai 5 orang anak yakni Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guntur dan Guruh. Sedangkan dari Hartini, Soekarno dikaruniai 2 orang anak, yakni Bayu dan Taufan.

Sewaktu kecil, beliau tak lama hidup dengan orang tuanya yang ada di Blitar. SD hingga lulus sekolah, beliau justru tinggal dan indekos di Surabaya tepatnya di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto yang merupakan politisi pendiri SI atau Serikat Islam. Setelah kelulusannya, beliau melanjutkan pendidikannya di HBS atau Hoogere Burger School. Pada waktu itu, Soekarno sudah mendapat gemblengan sehingga jiwa nasionalismenya sangat besar. Lulus dari HBS, tepatnya tahun 1920, Soekarno muda melanjutkan studinya ke THS atau Technische Hoogeschool yang kini bergelar menjadi ITB. Enam tahun kemudian, beliau mendapatkan gelar Ir tepat pada tanggal 25 Mei. Setelah kelulusannya tersebut beliau mengamalkan ajaran Marhaenisme serta menjadi pendiri Partai Nasional Indonesia atau PNI yang dibentuk tanggal 4 Juli tahun 1927.

Akibat keberaniannya tersebut, Soekarno dimasukkan dalam penjara milik Belanda yakni penjara suka miskin. Selama berada di penjara, beliau mengandalkan hidupnya kepada sang istri untuk memasok kebutuhan hidupnya. Inggit dibantu kakak iparnya Sukarmini atau Ibu Wardoyo pada saat beliau dipenjara sering mengantarkan makanan untuk Soekarno. Pada saat itulah pengawasan di penjara Suka miskin ini semakin diperketat. Oleh Belanda, Soekarno dianggap sebagai tahanan cukup berbahaya sebab menghasut orang lain untuk merdeka.

Soekarno dipenjara pada tahun 1929 Desember, dan dibebaskan akhir bulan Desember tahun 1931.

Dalam pembelaannya tersebut, ternyata membuat Belanda semakin kalap dan PNI yang dibentuk oleh Soekarno tersebut dibubarkan pada tahun 1930, tepatnya bulan Juli. Kebebasan pun menantinya, dan benar saja pada tahun 1931 setelah keluar dari penjara Soekarno yang sudah tidak memiliki partai ini bergabung bersama Partindo. Baru saja bergabung, soekarno dipercaya oleh teman-temannya sebagai pemimpin yang membuatnya kembali ditangkap Belanda. Beliau dibuang ke Flores dan ke Bengkulu 4 tahun kemudian. Perjuangan yang panjang pun dilaluinya dan mempertemukan beliau dengan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan tersebut di proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang sekarang di jadikan sebagai tanggal kemerdekaan. Beliau membuat gagasan dasar Negara yang disepakati bernama Pancasila. Itulah yang mengantarkan Ir. Soekarno menjadi Presiden RI pertama yang dipilih oleh rekan-rekannya dari PPKI serta mengangkat Mohammad Hatta sebagai wakil presiden RI yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia

Pergolakan politik yang hebat yang terjadi di Indonesia pada tahun 1960an terutama yang disebabkan oleh pemberontakan hebat yang dikenal sebagai G30-S/PKI membuat akhir dari pemerintahan Presiden Soekarno yang kemudian ditandai dengan munculnya “Supersemar” atau yang lebih dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret pada tahun 1966 yang menandai peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto.

Setelah tidak menjabat sebagai presiden, Soekarno kemudian lebih banyak menghabiskan waktunya di istana Bogor dimana kesehatannya yang terus menerus makin menurun yang kemudian pada tanggal 21 Juni 1970, Soekarno kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto menandai perginya sang Proklamator atau Bapak Pendiri bangsa Indonesia ini ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Jenazah Sang Proklamator kemudian disemayamkan di Wisma Yaso, jakarta yang kemudian dibawa ke Blitar, Jawa timur untuk di makamkan berdekatan dengan makam ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Atas jasa-jasa dari Soekarno kemudian negara menganugerahkan gelar “Pahlawan Proklamasi” kepada Presiden Soekarno.

 

Sumber:

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-presiden-soekarno.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno

LAGU POP YANG MENCERITAKAN INDONESIA

Bendera 

Dipopulerkan oleh: Coklat

 

Biar saja ku tak sehebat matahari

Tapi slaluku coba tuk menghangatkanmu

Biar saja ku tak setegar batu karang

Tapi slalu ku coba tuk melindungimu

 

Biar saja ku tak seharum bunga mawar

Tapi slalu kucoba tuk mengharumkanmu

Biar saja ku tak seelok langit sore

Tapi slalu kucoba tuk mengindahkanmu

 

Kupertahankan kau demi kehormatan bangsa

Kupertahankan kau demi tumpah darah

Semua pahlawan-pahlawanku

 

Merah putih teruslah kau berkibar

Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Merah putih teruslah kau berkibar

Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini

Merah putih teruslah kau berkibar

Ku akan selalu menjagamu

 

Lagu ini menceritakan tentang cinta yang diberikan untuk Indonesia dari semua warga Indonesia, walaupun tidak lagi dengan berjuang dalam peperangan melawan penjajah namun sebagai warga Indonesia yang baik haruslah selalu menjaga, melindungi, dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Kita sebagai warga Indonesia jaman sekarang harus tetap mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan yang sudah berjuang dengan tumpah darah dalam menjaga kehormatan Indonesia, Terus berkibar bendera merah putih yang menandakan teruslah maju Indonesia negaraku yang harus selalu berkibar diatas dan semua warga Indonesia yang ada akan selalu menjaga agar sang merah putih akan selalu berkibar selamanya.