Monthly Archives: November 2013

Membangun Strategi Sosial Nasionalisme yang Berkelanjutan

Definisi Pembangunan Bekelanjutan

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi,pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Skema pembangunan berkelanjutan:pada titik temu tiga pilar tersebut. Konsep pembangunan berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa “…keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana pentingnya keragaman hayati bagi alam”. Dengan demikian “pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual”. dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Definisi Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Demikian juga ketika kita berbicara tentang nasionalisme. Nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat bangsa-bangsa . Secara umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala aspek yang terdapat didalamnya.

Definisi Strategi

Strategi terbagi menjadi 5 yaitu: strategi sebagai perspektif, strategi sebagai posisi, strategi sebagai perencanaan, strategi sebagai pola kegiatan, dan strategi sebagai penipuan yaitu muslihat manusia. Sebagai perspektif; dimana strategi dalam membentuk misi, menggambarkan perspektif kepada semua aktivitas. Sebagai posisi; dimana dicari piliha untuk bersaing sebagai perencanaan; dalam hal strategi menentukan tujuan performansi perusahaan. Sebagai pola kegiatan; dimana dalam strategi dibentuk suatu pola yaitu umpan balik dan penyesuaian. Menurut Henry Mints juga strategi merupakan sebuah pola dalam aliran keputusan atau tindakan. Dari berbagai pendapat yang dipaparkan para ahli, dapat di tarik kesimpulan bahwa strategi adalah suatu perencanaan dalam bentuk tindakan untuk mencapai tujuan.

            Dalam membangun strategi nasionalisme yang berkelanjutan, telah dikatakan pada definisi diatas bahwa dalam membangun strategi nasionalisme harus bisa menyatukan masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan budaya, kesamaan tujuan dan harus memiliki kesetiaan terhadap bangsanya dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan yang mementingkan keragaman hayati bagi alam jadi tidak hanya dalam pembangunan ekonomi yang di pentingkan namun juga keragaman budaya merupakan salah satu kebijakan dalam pembangunan yang berkelanjutan. Strategi nasionalisme tersebut dapat diterapkan seperti:

  • Mengembangkan cinta nasionalisme

Cinta tanah air merupakan kewajiban seluruh masyarakat yg hidup di suatu negara. Penting rasanya jika kita memiliki rasa cinta tanah air ini terhadap suatu negara, memilikir rasa tersebut bukan hanya akan menimbulkan kebanggan dalam suatu diri, tetapi juga akan menimbulkan suatu kekhasan pada setiap individual dalam bermasyarakat. Memiliki kekhasan rasa cinta tanah air yg individual ini merupakan hal yg sangat wajib layaknya suku yg berada di negara ini, karena setiap perbedaan memiliki karkater dan warna tersendiri yg akan menimbulkan keindahan. tentu saja perbedaan yg dimaksut adalah perbedaan yg berdampak positif bukan negatif yg nantinya malah merusak bangsa.

  • Mengembangkan pendidikan bangsa

Pendidikan merupakan salah satu kunci pembangunan suatu bangsa untuk mencapai ketingkat yang lebih memadai. Pendidikan juga mempunyai tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk menjadi penerus-penerus yang berpendidikan baik, jujur serta mempunyai jiwa nasional yang tinggi. Kondisi ideal dalam bidang pendidikan salah satunya adalah setiap anak bisa bersekolah hingga tingkat SMA tanpa membedakan status apapun, karena sekolah itu merupakan hak mereka. Meneruskan dan mengefektifan program rehabilitasi gedung-gedung sekolah sehingga terbangun fasilitas pendidikan yang memadai dan lebih bermutu, dan juga menambahkan teknologi informatika diagarkan mengajar bisa lebih efektif dan berkualitas. 

  • Melestarikan kebudayaan bangsa

Penyakit masyarakat sekarang ini adalah mereka terkadang tidak bangga terhadap produk atau kebudayaannya sendiri. Kita lebih bangga terhadap budaya – budaya orang asing ataupun orang luar yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita. Budaya daerah banyak hilang dikikis zaman. Oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam – diam.  Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan – kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.

.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan

http://fikternora.16mb.com/2012/11/strategi-mempertahankan-identitas-nasional-di-era-globalisasi/

http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/22/mengembangkan-rasa-cinta-kepada-tanah-air-dan-bangsa-594106.html

http://a2b-abrory.blogspot.com/2011/02/sikap-dan-tindakan-untuk-melestarikan.html

Flora dan Fauna Kota Depok

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Rahmat Soebagyo, mengatakan dalam peringatan hari puspa tahun ini,  jambu bol dan burung gagak sebagai puspa flora dan fauna khas Kota Depok dan belimbing dewa jadi ikon Kota Depok.

Image

Jambu bol atau jambu dersana merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari kawasan Indo-Cina, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Literatur lain menyimpulkan bahwa jambu bol berasal dari Malaysia. Di Indonesia penyebaran jambu bol terkonsentrasi di Pulau Jawa. Nama daerah jambu bol adalah jambu ripu (Aceh), dharsana (Madura), jambu bol (Sunda, batak, lampung), Myambu bol (Bali), Jambu bo (Minangkabau), jambu boa (Jambi) dan maufa (Nias). Jambu bol (atau jambu kepal dan jambu merah) adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian karena bol (bahasa Melayu) atau bool (bahasa Sunda) berarti “pantat”. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: ‘berasal dari Malaka’) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya. Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Rasanya ada yang manis, ada yang asam, ada pula yang sepat. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Namun bisa pula kita gunakan buah yang belum masak sebagai rujak. Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang. Bahkan, pada zaman Hindia Belanda dahulu, jambu bol pernah diusahakan besar-besaran. Namun kini, dia hanya digunakan sebagai tanaman pekarangan saja.  Kulit batangnya digunakan sebagai obat seriawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

Image

Gagak adalah anggota burung pengicau (Passeriformes) yang termasuk dalam marga Corvus, suku Corvidae. Hampir semua jenis burung ini berukuran relatif besar dan berwarna bulu dominan hitam. Daerah sebarannya ada di seluruh benua dan kepulauan. Di antara jenis-jenis unggas, gagak diketahui mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi di antara para burung. Kualitas ini sudah sejak lama diketahui manusia, khususnya dalam keterampilannya mencuri berbagai alat bantu manusia. Hewan ini mempunyai kemampuan belajar dan dapat memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Di beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak kerap dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Di Eropa, gagak dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir.

 

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Gagak

http://id.wikipedia.org/wiki/Jambu_bol

Karakter Wayang Yang Disukai

Image

Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Harimbi), berasal dari bangsa rakshasa. Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar di Kurukshetra, ia menewaskan banyak sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna. Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa, ia dikenal dengan sebutanGatutkaca (bahasa Jawa: Gathutkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”. Dalam bahasa Sanskerta, nama Ghatotkacha secara harfiah bermakna “memiliki kepala seperti kendi”. Nama ini terdiri dari dua kata, yaitu ghaṭ(tt)am yang berarti “buli-buli” atau “kendi”, dan utkacha yang berarti “kepala”. Nama ini diberikan kepadanya karena sewaktu lahir kepalanya konon mirip dengan buli-buli atau kendi. Gatotkaca mempunyai sifat perwatakan ; berani, teguh, tangguh, cerdik pandai, waspada, gesit, tangkas, tabah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Ia sangat sakti, memiliki Aji Narantaka, pemberian Resi Seta. Gatotkaca juga dikenal dengan nama ; Arimbiatmaja, Bimasiwi, Guritna, Gurudaya, Kacanegara yang artinya teladan cintanya terhadap negara, Purbaya, Kancing jaya yang artinya kunci kemenangan.

 

Sejarah singkat kelahiran Gatotkaca

Kelahiran Gatotkaca menimbulkan kejadian yang menggemparkan. Tali pusarnya tidak dapat diputus dengan berbagai macam senjata keris dan panah. Alkisah Arjuna dan Karna sedang bertapa di tempat berbeda untuk mendapatkan senjata sakti sebagai persiapan perang di kemudian hari. Bathara Narada pembawa karunia senjata panah Kuntawijayadanu pun sulit membedakan kedua satria putra Dewi Kunthi tersebut. Dewa Surya memberi penerangan kepada tempat Karna bertapa, sehingga Narada memberikan senjata tersebut kepada Karna. Akan tetapi karena dia melihat tersirat semacam ketidak baikan dalam diri Karna, maka dia hanya memberikan Panahnya, sedangkan Sarungnya diberikan kepada Arjuna yang bertapa di tempat lain. Dengan berbekal sarung senjata Kuntawijayadanu tersebut, Arjuna memotong tali pusar Gatotkaca, akan tetapi sarung tersebut hilang masuk ke dalam diri Gatotkaca, sehingga Bayi Gatotkaca menjadi sakti. Setelah dewasa Gatotkaca tidak lupa kepada kebaikan sang paman, Arjuna dan pada hari ke lima belas perang Bharatayuda, dia mengorbankan diri untuk melenyapkan senjata Karna, agar pamannya dapat memenangkan pertarungan.

Setelah tali pusarnya putus, Gatotkaca dibawa Bathara Narada ke kahyangan untuk melawan Raksasa Kala Sakipu dan Kala Pracona. Karena Gatotkaca telah menyatu dengan sarung Kuntawijayadanu, maka Bayi Gatotkaca tidak dapat dibunuh mereka bahkan sempat menggigit mereka sehingga kedua raksasa itu mati.

Oleh Bathara Guru, Gatotkaca diberi tiga karunia. Karunia pertama adalah “Kotang Antakusuma” yang membuat Gatotkaca dapat terbang dengan cepat. Karunia kedua adalah topi bernama “Caping Basunanda”, yang mempunyai kesaktian apabila kena panas tidak terasa panas dan apabila kena hujan tidak menjadi basah. Karunia ketiga, berupa sepatu “Pada Kacarma” yang mempunyai kesaktian tidak akan terkena pengaruh dari suatu tempat.

 

Referensi:

http://ilmukesaktian.blogspot.com/2010/09/gatotkaca.html

http://awake777.wordpress.com/2012/08/18/legenda-gatotkaca/

http://id.wikipedia.org/wiki/Gatotkaca

http://wayangku.wordpress.com/2008/10/13/raden-gatotkaca/