Monthly Archives: October 2013

Cara Untuk Membenahi Sistem Pendidikan Di Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu kunci pembangunan suatu bangsa untuk mencapai ketingkat yang lebih memadai. Pendidikan juga mempunyai tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk menjadi penerus-penerus yang berpendidikan baik, jujur serta mempunyai jiwa nasional yang tinggi. Pendidikan sendiri di Indonesia dibagi menjadi 2 bagian yaitu pendidikan berstruktur dan pendidikan tidak berstruktur. Pendidikan terstruktur di Indonesia menjadi tanggung jawab dari Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia atau biasa dikenal dengan Kemdiknas. Di Indonesia, semua pelajar mempunyai kewajiban wajib belajar sembilan tahun.  Saat ini pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga jalur utama, yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Dan jenjang dalam pendidikan juga di bagi menjadi 4 yaitu anak usia dini, dasar, menengah dan tinggi.

Wajah sistem pendidikan di Indonesia saat ini sangat memperhatinkan, dilain hal banyak warga yang bisa menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi dengan lancer dan tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, sedangkan dipihak lain, ada orang tua yang berfikir ulang untuk menyekolahkan anaknya karena bagi mereka menyekolahkan anak hanya akan membuang uang yang tidak akan menghasilkan apapun. Ini tiada lain karena masalah pendidikan di Indonesia masih mendapatkan perhatian yang sangat minim dari pemerintah. Gambaran ini tercemin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin lama makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang professional, biaya pendidikan yang sangat mahal, serta undang-undang pendidikan yang kacau. Dampak dari keburukan tersebut negeri kita kedepannya akan semakin terpuruk. Dalam menyelesaikan masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, namun harus secara menyeluruh. Artinya jangan hanya memperhatikan pada kenaikan biaya pendidikan saja, namun juga perhatikan sumber daya manusianya, dan mutu pendidikan yang masih rendah.

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan salah satunya adalah setiap anak bisa bersekolah hingga tingkat SMA tanpa membedakan status apapun, karena sekolah itu merupakan hak mereka. Meneruskan dan mengefektifan program rehabilitasi gedung-gedung sekolah sehingga terbangun fasilitas pendidikan yang memadai dan lebih bermutu, dan juga menambahkan teknologi informatika diagarkan mengajar bisa lebih efektif dan berkualitas.  Memperbaiki tingkat kualitas guru, dosen ataupun peneliti lainnya agar mampu menciptakan lingkungan yang kondusif dan inovatif, tidak hanya kelas diisi dengan pengajaran guru yang mengajar focus pada murid terpintar ataupun teraktif saja. Karena pebentuka  karakter siswa disekolah sangatlah penting, karena pendidikan karakter merupakan basic atau dasar dalam pembentukkan karakter berkualitas bangsa, yang tidak hanya bisa menghafal saja namun bisa menerapkan sehari-hari dengan tidak mengabaikan nilai-nilai seperti gotong-royong, sikap nasionalis, dan sikap saling membantu antar sesamanya. Dengan pendidikan karakter, tidak hanya menciptakan pribadi yang unggul dalam segi materi pelajaran, namun juga dapat menciptakan pribadi-pribadi yang lebih sukses dan dapat membangun bangsanya sendiri.

 

Daftar Pustaka:

http://www.indonesia.go.id/in/sekilas-indonesia/visi-misi-dan-strategi

http://kampus.okezone.com/read/2013/06/01/373/816111/mutu-pendidikan-di-indonesia-masih-rendah

Rangkaian Upacara Adat Pernikahan Jawa

Upacara perkawinan adat pengantin Jawa sebenarnya bersumber dari tradisi keraton. Bersamaan dengan itu lahir pula seni tata rias pengantin dan model busana pengantin yang aneka ragam. Seiring perkembangan zaman, adat istiadat perkawinan tersebut, lambat laun bergerak keluar tembok keraton. Pada dasarnya banyak persamaan yang menyangkut upacara perkawinan maupun tata rias serta busana kebesaran yang dipakai keraton Yogyakarta, Surakarta dan mengkunegara.

Image

 

  • Serah-Serahan dan Lamaran

Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya. Setelah dicapai kata sepakat oleh kedua belah pihak orang tua tentang perjodohan putra-putrinya, maka dilakukanlah ‘serah-serahan’ atau disebut juga ‘pasoj tukon’. Dalam kesempatan ini pihak keluarga calon mempelai putra menyerahkan barang-barang tertntu kepada calon mempelai putri sebagai ‘peningset’, artinya tanda pengikat. Umumnya berupa pakaian lengkap, sejumlah uang, dan adakalanya disertai cincin emas buat keperluan ‘tukar cincin’.

  • Hiasan Pernikahan (Pasang Blektepe atau Tarup)

Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:

–        2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).

–        Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.

–        Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.

–          Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.

Upacara pasang ‘tarup’ diawalkan dengan pemasangan ‘bleketepe’ (anyaman daun kelapa) yang dilakukan oleh orangtua calon mempelai putri, yang ditandai pula dengan pengadaan  sesajen. Tarup adalah bangunan darurat yang dipakai selama upacara berlangsung. Pemasangannya memiliki persyaratan khusus yang mengandung makna religius, agar rangkaian upacara berlangsung dengan selamat tanpa adanya hambatan. Hiasan tarup, terdiri dari daun-daunan dan buah-buahan yang disebut ‘tetuwuhan’ yang  memiliki nilai-nilai simbolik. Sebelum Tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras,daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya. Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat

  • Upacara Siraman

Makna upacara ini, secara simbolis merupakan persiapan dan pembersihan diri lahir batin kedua calon mempelai yang dilakukan dirumah masing-masing. Juga merupakan media permohonan doa restu dari para pinisepuh. Peralatan yang dibutuhkan, kembang setaman, gayung, air yang diambil dari 7 sumur, kendi dan bokor. Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka. Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting – yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setamanyang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan.

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:

–        Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.

–        Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.

–        Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.

–        Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.

–        Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.

–        Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.

–        Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.

–        Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.

–        Kendi.

–        Sesajian.

Siraman dilakukan pertama kali oleh orangtua calon pengantin, dilanjutkan oleh para pinih sepuh, dan terakhir oleh ibu calon mempelai mempelai putri, menggunakan kendi yang kenudian dipecahkan ke lantai sembari mengucapkan, “Saiki wis pecah pamore” (“Sekarang sudah pecah pamornya”).

  • Paes atau Ngerik

Setelah siraman, dilakukan upacara ini, yakni sebagai lambang upaya memperindah diri secara lahir dan batin. ‘Paes’ (Rias)nya baru pada tahap ‘ngalub-alubi’ (pendahuluan), untuk memudahkan paes selengkapnya pada saat akan dilaksanakan temu. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sembari menyaksikan paes, para ibu memberikan restu serta memanjatkan do’a agar dalam upacara pernikahan nanti berjalan lancar dan khidmat. Dan semoga kedua mempelai nanti saat berkeluarga dan menjalani kehidupan dapat rukun ‘mimi lan mintuno’, dilimpahi keturunan dan rezeki.

  • Dodol Dawet

Prosesi ini melambangkan agar dalam upacara  pernikahan yang akan dilangsungkan, diknjungi para tamu yang melimpah bagai cendol dawet yang laris terjual. dalam upacara ini, ibu calon mempelai putri bertindak sebagai penjual dawet, didampingi dan dipayungi oleh bapak calon mempelai putri, sambil mengucapkan : “Laris…laris”. ‘Jual dawet’ ini dilakukan dihalaman rumah. Keluarga. kerabat adalah pembeli dengan pembayaran ‘kreweng’ (pecahan genteng). Selanjutnya adalah ‘potong tumpeng’ dan ‘dulangan’. Maknanya, ‘ndulang’ (menyuapi) untuk yang terakhir kali bagi putri yang akan menikah. Dianjurkan dengan melepas ‘ayam dara’ diperempatan jalan oleh petugas, serta mengikat ‘ayam lancur’  dikaki kursi mempelai putri. Ini diartikan sebagai simbol melepas sang putri yang akan mengarungi bahtera perkawinan.

  • Upacara Midodareni

Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan. Orang tua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

  • Pernikahan

Pernikahan, merupakan upacara puncak yang dilakukan menurut keyakinan agama si calon mempelai. Bagi pemeluk Islam, pernikahan bisa dilangsungkan di masjid atau di kediaman calon mempelai putri. Bagi pemeluk Kristen dan Katolik, pernikahan bisa dilangsungkan di gereja. Ketika pernikahan berlangsung, mempelai putra tidak diperkenankan memakai keris. Setelah upacara pernikahan selesai, barulah dilangsungkan upacara adat, yakni upacara ‘panggih’ atau ‘temu’. Yaitu Pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan_Adat_Surakarta

http://infopengantin.blogspot.com/2010/03/rangkaian-upacara-adat-pengantin-jawa.html